Kamis, 13 November 2014

Jaringan Lokal Akses Tembaga (Jaringan Telepon)

Jaringan Lokal Akses Tembaga (Jaringan Telepon)

Jarlokat ini merupakan jaringan lokal akses tembaga. Jadi pada jaringan lokal ini kabel yang digunakan adalah kabel tembaga. Kenapa yang dipilih adalah kabel tembaga? Ada yang tahu? Kabel tembaga dipilih karena memiliki hambatan yang cukup kecil dan memiliki daya hantar dalam hal ini konduktor yang baik. Padahal banyak jenis logam lain yang lebih baik dari tembaga dan bahkan paling baik, yaitu emas. Kenapa jenis logam emas tidak dipilih?Coba deh bayangkan jika semua kabel yang digunakan pada jaringan kabel lokal adalah emas. Betapa besar dan mahalnya harga investasi untuk sebuah telekomunikasi. Bahkan

Penemu Teknologi 4G ternyata orang Indonesia.

Masih ingat dengan teknologi telekomunikasi generasi 4G yang  merupakan teknologi yang memberikan kecepatan akses yang lebih besar dari generasi sebelumnya (1G, 2G, 3G ->)? begitu kecang banget rumor dan regulasi untuk penerapan teknologi telekomunikasi 4G di Indonesia yang berbasis GSM yang kita kenal dengan LTE (Long Term Evoluiton) sampai sekarang ini implementasinya pun masih belum ter-realisasi dan masih hanya sebatas uji coba alias “trial” entah sampai kapan

singkatan dalam dunia Telekomunikasi

Daftar kata-kata/Istilah/singkatan dalam dunia Telekomunikasi :

2G : Second GenerationPCH : Paging channel
3G : 3rd GenerationPDCCH : Physical downlink control channel
4G: Fourth generationPDCP : Packet data convergence protocol
3GPP : 3rd Generation Partnership ProjectPDN : Packet Data Network

Perbedaan AMPS, GSM dan CDMA


Perbedaan AMPS, GSM dan CDMA
Technology sellular berkembang di awal tahun 1940 dimana para ilmuan telah mampu mengenalkan kepada publik hasil dari riset mereka untuk menciptakan alat telekomunikasi tanpa kabel, tampaknya kita juga harus banyak berterimakasih kepada penemu teknologi telepon pertama kali yang ditemukan dan diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876 dan kepada penemu komunikasi tanpa kabel (wireless) yaitu Nikolai Tesla pada tahun 1880 dan diperkenalkan oleh Guglielmo Marconi dengan perinsip komunikasi menggunakan teknologi radio.
Dimulai sejak 1940 saat teknologi telepon mobil secara komersial diperkenalkan. Apabila dibandingkan dengan perkembangan sekarang yang begitu pesat, sebenarnya teknologi ini mengalami hambatan dalam perkembangan kurang lebih selama 60 tahun. Hal ini di karenakan

Mengenal Teknologi 4G di Indonesia

Teknologi 4G di Indonesia
Secara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar (broadband connection)). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony[1] yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol.
Teknologi tersebut banyak di perdebatkan oleh

PERBEDAAN 1G, 2G, 2.5G, 3G, 3.5G, 4G DAN 5G

Agar lebih faham mari kita telusuri dari generasi pertama (1G) dimana ponsel benar-benar disebut ponsel, tidak disebut ponsel pintar (smart phone) atau ponsel bodoh, atau ponsel super atau apapun itu. yang pasti mereka akan terlihat menonjol di saku anda.
Mereka sangat sederhana hanya digunakan untuk menelfon saja. tidak ada yang lain, tidak ada fitur jejaring sosial, tidak membutuhkan flash player 10.1 tidak ada yang mengupload hasil jepretan kamera 5 Mega Pixel ke filcker dan mereka tidak berubah menjadi hotspot nirkabel yang bisa menghubungkan beberapa ponsel lainnya ke internet.
Teknologi sekarang sudah sangat maju dan GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA adalah

Senin, 03 November 2014

Jaringan Lokal Akses Kabel - Jaringan Telekomunikasi



Jaringan Lokal Akses Kabel - Jaringan Telekomunikasi
KONFIGURASI dan PEMASANGAN JARINGAN KABEL TELEPON 

       Jaringan kabel yang menghubungakan sentral telepon ke pelanggan menggunakan 
media transmisi kabel tembaga ( cooper ) berjumlah sepasang ( pair ) untuk 1 pelanggan . 
Kabel ini ditarik dari MDF ( pada sentral ) sebagai titik distribusi primer/utama melalui 
konstruksi kabel primer ( terdiri dari manhole dan duct ) kemudian akan 
ditempatkan/diterminasikan ke Rumah Kabel sebagai titik distribusi sekunder . Lalu di